PEGERTIAN BISNIS
                Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, di mana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau capital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, di mana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Namun definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.







MANFAAT BISNIS
1. Memperoleh Penghargaan/Pengakuan Penghargaan ataupun pengakuan dapat diperoleh dengan berbisnis. Dengan adanya bisnis yang berhasil dan tumbuh dan berkembang serta memberikan dampak positif kepada masyarakat akan memberikan anda pengakuan positif dari masyakat itu sendiri.
2. Kesempatan Untuk Menjadi Bos bagi DIRI SENDIRI Kapan lagi anda dapat menjadi bos untuk diri sendiri kalau bukan di bisnis yang anda rintis dan buat sendiri. Dengan berbisnis, anda akan menjadi penentu dan pemimpin dari bisnis anda. Besar kecilnya bisnis anda ditentukan oleh kemampuan anda menjadi bos.
3. Menggaji diri sendiri Enak bukan, anda tentukan penghasilan anda sendiri. Itulah manfaat membangun bisnis anda. Jumlah penghasilan dan juga sumber penghasilan anda, anda yang tentukan.
4. Atur Waktu Anda Sendiri Jam kerja anda, anda yang atur. Itulah manfaat berbisnis yang keren. Bila anda jadi PNS, jam kerja anda haruslah sesuai dengan permintaan pemerintah. Bila anda menjadi pebisnis, jam kerja menjadi lebih fleksibel. Bila anda lebih ingin bersantai, dengan penghasilan bisnis yang naik, anda dapat merekrut pegawai untuk menggantikan anda.
5. Masa Depan yang lebih cerah. Masa depan anda, bisa dikatakan anda yang atur, semakin anda gigih dan semangat berbisnis, anda akan memiliki masa depan yang lebih cerah.

 TUJUAN BISNIS
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. Pada umunya tujuan di dirikannya bisnis atau perusahaan tidak hanya profit oriented semata, namun secara keseluruhan.                       Tujuan didirikannya perusahaan meliputi :
1.     Profit
2.     Pengadaan barang atau jasa
3.     Kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat
4.     Full employment
5.     Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang
6.     Kemajuan atau pertumbuhan
7.     Prestise dan prestasi

PENGERTIAN BISNIS PROPERTI
Pengertian Bisnis Properti Tujuan Investasi dan Strategi bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa atau uang untuk menghasilkan keuntungan.Properti adalah berkaitan dengan lahan (tanah), hunian, jenis bangunan perkantoran dan jenis bangunan untuk perdagangan (komersial). Jadi bisnis properti dapat diartikan sebagai kegiatan pertukaran barang, jasa atau uang yang berkaitan dengan lahan, hunian, bangunan perkantoran danbangunan komersial. Memulai usaha bisnis property di karenakan adanya peluang pada bidang usaha tersebut dan ketertarikan pada keuntungan  yang diharapkan dari usaha ini. Sebelum melangkah menjalankan bisnis properti diperlukan untuk menjajaki layak tidaknya usaha tersebut dijalankan. Hal-hal yang perlu ditinjau untuk menilai kelayakan usaha tersebut antara lain peninjauan terhadap aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek organisasi dan manajemen, serta aspek ekonomi dan keuangan. Selanjutnya setelah dapat dinilai bahwa bisnis properti ini layak untuk dijalankan maka dapat diputuskan untuk menjalankan usaha tersebut melalui suatu kebijakan.
Ibrahim, dalam bukunya Studi Kelayakan Bisnis (2003), menyatakan bahwa faktor-faktor yang perlu diuraikan dalam aspek teknis dan teknologi adalah yang menyangkut lokasi/proyek yang direncanakan, sumber bahan baku, jenis teknologi yang digunakan, kapasitas produksi, jenis dan jumlah investasi yang diperlukan disamping membuat rencana produksi selama umur ekonomis proyek. Sedangkan aspek organisasi dan manajemen, yang perlu diuraikan adalah bentuk kegiatan dan cara pengelolaan dari gagasan usaha/proyek yang direncanakan secara efisien. Apabila bentuk dan cara pengelolaan telah ditentukan, selanjutnya  disusun bentuk organisasi yang cocok dan sesuai untuk menjalankan kegiatan tersebut. Adapun aspek ekonomi dan keuangan yang perlu dibahas antara lain menyangkut perkiraan biaya investasi, perkiraan biaya operasi dan pemeliharaan, kebutuhan modal kerja, sumber pembiayaan, perkiraan pendapatan dan perhitungan kriteria investasi. Selain dari pada itu  perlu ditampilkan perhitungan   12 break even point beserta  pay back period, proyeksi laba/rugi, proyek sialiran kas dan dampak proyek terhadap perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
Tujuan Bisnis Properti Secara umum ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam bisnis tujuan bisnis adalah :  
1.      Mencari keuntungan/profit.              
2.      Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
3.      Pertumbuhan perusahaan dan     
4.      Tanggung jawab sosial.

Bisnis Properti adalah salah satu bagian dari kegiatan bisnis, sehingga disini dapat dikatakan bahwa tujuan bisnis tersebut diatas juga merupakan tujuan dalam bidang bisnis properti. Disamping itu di bidang perumahan dan permukiman ada yang dilaksanakan dimana lebih menitik beratkan pada mengemban misi sosial, seperti yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan penerapan subsidinya atau pembangunan perumahan  dan permukiman yang dilaksanakan oleh lembaga sosial masyarakat (misalnya lembaga keagamaan atau lembaga sosial non profit) untuk menanggulangi masalah perumahan dan permukiman akibat adanya bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir dan sebagainya. Sehingga dengan demikian misi sosial juga merupakan salah satu tujuan didalam bisnis properti,  jadi dapat dikatakan bahwa tujuan bisnis properti adalah mencari keuntungan/profit, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, pertumbuhan perusahaan, tanggung jawab sosial terhadap produk yang dihasilkan dan mengemban misi sosial. Sehubungan penelitian ini menitik beratkan peninjauan terhadap faktor bisnis, maka pembahasan yang dilakukan di dalamnya tidak membahas masalah faktor sosial. Jenis Investasi Dalam Bisnis Properti Secara umum jenis investasi dibidang  properti dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, antara lain adalah lahan  (tanah), hunian (residensial), jenis bangunan perkantoran, serta jenis bangunan untuk perdagangan (komersial). (Marlina dan Sastra M., dan 2005).Jenis investasi lahan (tanah) terkait dengan jual beli lahan  (tanah) kosong yang diperjual belikan atau lahan kosong beserta bangunan diatasnya atau berupa tanah kavling yang sudah matang siap bangun yang berada pada suatu lingkungan yang sudah dilengkapi dengan prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, drainase, listrik, air bersih dan telephon dimana setelah bangunan didirikan jaringan tersebut siap untuk dilakukan penyambungan ke rumah tersebut. Sedangkan jenis investasi hunian (residensial) adalah terkait dengan jual beli hunian/rumah  yang sudah terbangun, dimana kondisi dari lingkungan yang disediakan lebih lengkap prasarana dan sarananya termasuk adanya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang telah ditetapkan dalam site plannya. Investasi dibidang properti dewasa ini mengalami perkembangan yang cukup pesat terkait dengan tingginya kebutuhanakan hunian. Kebutuhan akan perumahan tidak hanya dikembangkan dalam tipe sederhana saja tetapi lebih dikembangkan pada tipe menengah dan mewah. Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha besar dibidang properti memiliki pandangan terhadap kondisi perekonomian secara umum dalam kondisi semakin membaik, sehingga besarnya investasi dibidang ini memiliki pengaruh yang besar pula untuk mendorong bergairahnya pengembangan bisnis properti dimasa mendatang.
Strategi Bisnis Properti
Strategi bisnis properti merupakan suatu cara bagaimana untuk mencapai tujuan bisnis properti yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan harus memiliki kompetensi kinerja yang baik dalam pengelolaan perusahaan dan dalam melaksanakan pembangunan proyek-proyeknya sehingga dapat ditangani dengan efisien, yang selanjutnya perusahaan mampu menerapkan strategi harga yang sesuai (reasonable). Keberhasilan dalam mengelola bisnis dan diperhitungkan eksistensinya diantara para pesaing dalam bisnis serta dapat menang dalam persaingan, diperlukan suatu keunggulan manajemen secara menyeluruh baik di bidang sistem pengelolaan investasi, sistem pelaksanaan pembangunan,  sistem pengendalian biaya, sistem kerja sama dan sistem pemasaran yang diterapkan. Sebagai contoh, pada bisnis perumahan dan permukiman salah satu strategi yang diterapkan adalah menyediakan perumahan beserta kelengkapan sarana dan prasaranafisik penunjang operasional yang lainnya, misalnya adanya club house, open space, jogging track, tennis court, golf area dan sebagainya, dengan adanya fasilitas tersebut tentunya akan lebih mempermudah dalam penjualan/pemasarannya, serta dapat dinilai pantas memasang harga yang mahal oleh sasaran konsumen.Dalam mengelola investasi diperlukan kejelasan tentang perkiraan investasi yaitu jumlah dan jenis investasi apa saja yang diperlukan untuk merencanakan kegiatan usaha/proyek yang akan dikerjakan, yang selanjutnya diadakan perhitungan untuk menilai layak atau tidaknya usaha/proyek yang dikembangkan.  Adapun untuk menilai layak atau tidaknya usaha/proyek yang dikembangkan perlu memperhatikan perkiraan investasi, modal kerja, biaya operasi dan pemeliharaan, serta perkiraan pendapatan yang akan diperoleh dalam investasi tersebut. Pemasaran adalah salah satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan dari suatu bisnis, sebuah gagasan usaha yang  direncanakan meskipun telah layak (feasible) secara aspek teknis, manajemen, keuangan dan lingkungan untuk dilaksanakan, akan menjadi sia-sia apabila tidak bisa memasarkan atau menjual produk yang dihasilkan. Maka dari itu aspek pemasaran harus benar-benar  bisa menjelaskan secara baik dan realistis tentang kondisi masa lalu maupun prospeknya di masa yang akan datang, serta dapat melihat berbagai peluang dan kendala yang mungkin akan dihadapi.

Jenis-jenis Bisnis Properti Trisula Groups Entrepreneur       Training for success
Bisnis Entrepreneur






24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan by Tung Desem Waringin

1.     Membuat Nilai Tambah.

2.     Faktor Kali.

3.     Peluang Ada Di Mana-Mana.

4.     Be, Do, Have.

5.     Belajar Bukan Menyalahkan (Blame Excuses Justify).

6.     "Alam Semesta Itu Berlimpah, Tidak Ada Kekurangan, Kecuali Di Dalam Pikiran Kita Sendiri.

7.     Mereka Yang Memberi, Pasti Menerima.

8.     Win - Win.

9.     Selalu Open Mind Atau Terbuka.

10.  Kata-Kata Berkuasa.

11.  Anda Adalah Kekayaan Anda.

12.  Kekayaan Adalah Kebebasan.

13.  Segala Sesuatu Dimulai Dari Impian (Dreams).

14.  Kejelasan Adalah Kekuasaan, Kejelasan Adalah Kekuatan.

15.  Pilih Yang Menghasilkan Baru Pilih Yang Anda Sukai,BaruPilih Yang Mudah.

16.  Imajinasi Lebih Unggul Dari Kemauan.

17.  Pertanyaan Yang Benar Menghasilkan Jawaban Yang Benar.

18.  Apapun Yang Terjadi Tidak Ada Artinya Sampai Kita Sendiri Yang Memberi Arti.

19.  Harmonis Antara Keinginan, Keyakinan, Dan Cara Kerja.

20.  Toughts Become Things.

21.  Ketuklah Maka Pintu Akan Dibukakan.

22.  Berbagi Artinya Memiliki Lebih.

23.  Tidak Nyaman Berarti Kita Sedang Tumbuh.

24.  Milyarder Yang Mencerahkan Mempunyai Prinsip
Bahwa Dia Harus Terus Belajar Dan Berkontribusi Untuk Bangsa Dan Negara Dan Untuk Alam Semesta.
                                     








Prinsip ke 1:           
Orang Kaya Yang Mencerahkan Selalu Membuat Nilai Tambah.

Apa maksudnya Nilai Tambah? Maksudnya begini:
Ketika anda hidup, hidup adalah nilai tambah. ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standard. Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standard. Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai
tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada.Apapun di dalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan jadi kaya. Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah. Ketika kita mau dapatkan uang yang banyak, kita harus selalu tanya: “Apa Nilai Tambah Kita?”. Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.

Prinsip ke 2:
Faktor Kali.

Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier. Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaan, entah itu negara, entah itu teknologi, entah itu mass media yang sekali kita sentuh,akan membuat nilai tambah kita mendadak membuat efek Multiplier kepada banyak orang sekaligus seketika. Contoh orang yang kaya, Ia mempunyai nilai tambah dan Ia menggunakan faktor kali. Orang biasa mempunyai nilai tambah, tapi ia lupa faktor kali. Contohnya ada orang yang mempunyai bengkel, Ia membuat bengkelnya sedemikian bagusnya: servisnya bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai tambah yang luar biasa, akibatnya bengkelnya ramai. Tapi ia lupa faktor kali, ketika begitu banyak pelanggan datang, ia tidak bisa tangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu.

Prinsip ke 3:
Peluang Ada Di Mana--Mana.
Apapun yg kita lihat sebetulnya sudah menghasilkan uang bagi seseorang yang lain ataupun bisa menghasilkan bagi orang lain ataupun bagi kita. Contohnya: Apa yang kita lihat sekarang?
Kalau misalkan kita lihat ada wallpaper, sudah pasti ada orang yang mendapatkan uang karena wallpaper ini. Kemudian kita melihat lantai, lantai juga menghasilkan uang untuk orang yang membuat lantai dan memasang lantainya. Kita lihat rambutnya, rambut juga sama. Rambut menghasilkan uang untuk orang yang jualan shampo, untuk salonnya.Nah, kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita lihat bisa menghasilkan uang: Peluang ada dimana2.

Prinsip Ke 4:
Be, Do, Have
BeMenjadi DoMelakukan HaveMempunyai
Prinsip ini telah terbukti sukses dan digunakan oleh orang-orang kaya di dunia. Banyak sekali orang yang langsung ingin kaya, ingin langsung Have, langsung mempunyai. Percaya tidak, kalau seseorang tidak Menjadi (Be) dulu dan Melakukan (Do) dahulu untuk Menjadi Kaya (Have), dan
tiba-tiba langsung kaya, maka dia akan tetap miskin. Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya, atau Do nya adalah orang miskin walaupun sekarang kaya, maka dia akan tetap miskin juga. Contoh: Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang sekitar 300 Juta USD,
tepatnya 312 Juta USD atau 3,000 milyar rupiah. Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan bangkrut dan masih utang 35 Juta US atau 350 Milyar Rupiah. Dia bisa Have, tapi kalau Do-nya atau actionnya atau habitnya masih habitnya orang miskin, dan Be-nya, dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya: dia tidak menjadi orang kaya dulu dan kebiasaannya adalah masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan jadi miskin.

Prinsip ke 5:
Belajar Bukan Menyalahkan (BEJ /Blame Excusess Justify).

BEJ adalah singkatan dari: “B” dari Blame menyalahkan Orang Lain; “E” dari Excusesss beralasan; “J” dari Justify Menghakimi/Membenarkan Orang-orang yang miskin, ketika terjadi sesuatu hal di dalam hidupnya dia, dia sibuk BEJ.

Prinsip ke 6:
"Alam Semesta Itu Berlimpah, Tidak Ada Kekurangan, Kecuali Di Dalam Pikiran Kita Sendiri.
Alam semesta
begitu berlimpahnya, begitu luar biasanya. Laut begitu banyak ikannya, hutan-hutan, matahari berlimpah, tidak ada kekurangan kecuali dalam pikiran kita sendiri.



Prinsip ke 7:
Mereka Yang Memberi, Pasti Menerima.
Semakin banyak kita memberi nilai tambah, kita akan
semakin banyak menerima uang. Semakin kita banyak memberi nilai tambah kepada banyak orang sekaligus yaitu dengan menggunakan factor kali, maka kita akan mendapatkan uang lebih banyak dengan lebih cepat.

Prinsip ke 8:
Win -­Win
Win-Win ada 2 macam.
Yang pertama adalah Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri), kemudian baru Win (tangannya menunjuk ke orang lain). Cukup bagus, tapi ada yang lebih bagus yaitu yang kedua: Win (tangannya menunjuk ke orang lain lebih dahulu), baru Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri).

Prinsip ke 9:
Selalu Open Mind atau Terbuka.
Prinsip ke 9 ini kita harus selalu terbuka terhadap peluang-peluang dan ide-ide.




Prinsip Ke 10:
Kata --Kata Berkuasa.
Maksudnya adalah bila kita menggunakan kata - kata yang positif, tanpa sadar hati kita menjadi positif juga dan emosi kita menjadi lebih baik dan kita mengambil Take Action jadi  yang lebih baik. Dibandingkan jika kita menggunakan kata - kata yang negatif, kata - kata yang tidak mungkin, kata-kata yang negatif akan sangat-sangat menurunkan semangat kita.
Prinsip ke 11:
Anda adalah kekayaan Anda.
Positif kita, senyum manis kita, cara bergaul kita, itu sebetulnya adalah asset dan kekayaan kita. Sedangkan kewajiban kita yang menarik semua kekayaan kita termasuk kemarahan, kebencian, kedengkian, kecemburuan, kata - kata yang negatif itu pikiran negatif sangat-sangat mengurangi kekayaan kita. Jadi mulai hari ini saran saya: kembangkan aset yang ada dalam diri kita sendiri yaitu berpikiran kita yang positif, berpikiran kita yang sangat - sangatlah kreatif, mental kita yang sangat -sangatlah bagus, kondisi kesehatan kita, teman - teman kita, bergaul kita,
sikap - sikap kita, yang akhirnya benar - benar membuat kita menjadi kaya, dalam dunia materi, serta spiritual, mental dan kesehatan.

Prinsip ke 12:
Kekayaan adalah kebebasan.
Dengan kita kaya kita bisa berobat kepada dokter yang lebih baik. Dengan kita kaya kita bisa beramal lebih banyak, dengan kita kaya kita bisa memilih makanan yang lebih baik
sehingga kita menjadi lebih sehat. Dengan kekayaan kita bisa memilih dokter yang lebih baik sehingga kita bisa lebih panjang umur. Tanpa mengingkari bahwa takdir Tuhan, tapi dalam hal ini manusia diperkenankan untuk berusaha dan untuk berusaha apabila kita kaya, kita berusaha lebih baik.

Prinsip ke 13:
Segala Sesuatu Dimulai dari Impian (Dreams).
Dulu orang tidak bisa terbang, sekarang ada pesawat terbang. Dulu TV setebal 1 meter sekarang TV tebal nya 10 cm besok TV bisa digulung bahkan besok TV dalam bentuk ballpoin yang bisa 3 dimensi yang begitu indahnya. Nah semua ini awalnya dari impian.

Prinsip Ke 14:
Kejelasan Adalah Kekuasaan, Kejelasan Adalah Kekuatan.
Semakin jelas impian kita, semakin kita bisa berpikir dan kita merasakan.

Prinsip Ke 15:
Pilih Yang Menghasilkan, Lalu Pilih Yang Anda Sukai,Dan Akhirnya Pilih Yang Mudah.
Cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai.

Prinsip ke 16:
Imajinasi Lebih Unggul Dari Kemauan.
imajinasi lebih unggul dari kemauan, maka mari kita bayangkan skenario yang terbaik, film - film yang terbaik, proyeksikan hasil - hasil yang sebaik mungkin. Dengan imajinasi seperti itu kita menjadi lebih bersemangat.




Prinsip ke 17:
Pertanyaan Yang Benar Menghasilkan Jawaban Yang
Benar.

Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah? Sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.
Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar.
Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar.

Prinsip ke 18:
Apapun Yang Terjadi Di Dunia Ini, Tidak Ada Artinya Sampai Kita Yang Memberi Arti.
Apapun yang terjadi didunia ini, tidak ada artinya sampai kita yang memberi arti. Jadi pastikan, entah kegagalan kita, ataupun ceritanya, cerita- cerita jelek ini yang terjadi, atau suatu hal yang tidak baik, yang pasti selalu ada dalam hal hidup ini, kejadian - kejadian yang kita tidak inginkan.
Pastikan kita memberi arti terhadap kejadian tadi sehingga kita besok menjadi lebih baik karena kejadian hal itu.


Prinsip ke 19:
Harmoniskan 3 Hal Ini Antara Keinginan, Keyakinan Dan Cara Kerja.
Untuk menjadi milyarder mencerahkan, kita perlu harmonis antara keinginan, keyakinan dan cara kerja.

Prinsip Ke 20:
Otak Kita Bagaikan Magnet: "Toughts Become Things

What we think become things, Talk become takes".
Rahasia yang paling dahsyat di dalam alam semesta ini, dari seluruh ahli - ahli yang luar biasa kaya, sukses dan terkenal didunia - dunia ini adalah satu saja yaitu Rahasia Pikiran: Pikiran menjadi benda. Kalo tidak percaya, coba lihat sekitar kita: Apapun yang buatan manusia, atau yang ada sentuhan manusia. Entah hotel yang besar, pabrik, alat komunikasi,
alat transportasi. Yang tadi awalnya ada di dalam pikiran manusia, akhirnya menjadi benda. Apapun yang kita pikirkan, apapun yang memenuhi dalam pikiran kita, akan Menjadi. Kalo kita berpikir sesuatu hal yang indah maka terjadilah keindahan tadi. Kita berpikir kekayaan kita akan
mendapat kekayaan tadi.


Prinsip Ke 21:
Ketuklah Maka Pintu Akan Dibukakan.
ketika kita dalam titik kritis dan selalu di dalam titik kritis, alam semesta akan selalu mendukung Anda untuk mencapai perubahan yang Anda inginkan.

Prinsip ke 22:
Berbagi Artinya Memiliki Lebih.
Banyak orang - orang mempunyai prinsip: "ketika saya kaya saya akan berbagi". Tapi Milyader yang mencerahkan mempunyai prinsip yang terbalik yaitu "ketika dia mulai memberi, maka dia akan jadi lebih".

Prinsip Dasar Ke 23:
Tidak Nyaman Berarti Kita Sedang Tumbuh.
Ketidak nyamanan itu adalah awal dari kita tumbuh menjadi lebih baik. Ketika kita keluar dari zona nyaman dan menuju kesebelas, duabelas dengan sekuat tenaga, yang terjadi adalah ototnya bertambah besar.
Nah ketika kita mengalami satu tantangan di dalam hidup ini selalu pegang prinsip ini: Ketika saya merasa tidak nyaman berarti saya akan lebih baik karena hal ini. Tidak Nyaman Berarti Tumbuh.
Prinsip Ke 24:
Milyarder Yang Mencerahkan Mempunyai Prinsip Bahwa Dia Harus Terus Belajar Dan Berkontribusi Untuk Bangsa Dan Negara Dan Untuk Alam Semesta.
kalo kita terus mau belajar dan kita waspada dan terbuka pikirannya (bedanya dengan OPEN MIND adalah kita hanya menyaksikan) dan Oke ternyata ada 2 peluang. Dan setelah ada peluang kita harus belajar untuk menangkap peluang tadi.
Prinsipnya begini: Kita akan menjadi lebih baik ketika kita belajar dari yang terbaik. Curahkan waktu kita 80 % untuk belajar dari orang-orang yang lebih baik atau yang terbaik dibidang yang kita ingin sukses dan 20% belajar dibidang apapun termasuk bidang yang kita tidak suka termasuk
belajar pada orang-orang yang tidak berhasil.







Daftar Pustaka

Tung Desem Waringin,2010, 24 Prinsip Miliarder Yang Mencerahkan, Prinsip-Prinsip Yang Mengubah Anda Dari Posisi Sekarang Menuju Posisi Yang Anda  inginkan Dengan Lebih Cepat Dan Lebih Dahsyat


Trisula Groups Entrepreneur (tiger),



























CATATAN.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TENTANG PENULIS



Rio mukit, lahir di air rami, 29 juli 1998. Penulis menyelesaikan pendidikan SMA di SMAN 08 Mukomuko. Saat ini penulis tengah melanjutkan pendidikannya di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tekhnik (STIT) TRISULA Bengkulu. Karya yang pernah di terbitkan ialah buku yang berjudul “Pengorbanan Merah Muda”. 

Komentar